addicted

seharusnya aku tidak mengharapkannya lagi.
okay, bad opening. tapi dia terlalu jauh. terlalu indah untukku. aku hanya seorang gadis biasa tanpa potensi untuk dibutuhkan oleh orang sehebat dirinya. dia selalu bisa menghadapi masalahnya sendiri. he got all that skills. and i just got nothing. aku bahkan tidak bisa membedakan mana utara dan selatan, bagaimana bisa aku menjadi orang yang ada saat dia jatuh atau saat dia butuh?
it’s very bad here. i’m alone in the middle of the night listening to many sexy voices from my mp3 player and it’s getting me crazy. it’s just i’m wishing there’s someone next to me i can stare each time i feel lonely. but there’s no one. i always find myself alone in my room like having nothing else to do but crying (yes, i do cry when i’m sleepy).
aku menghabiskan beberapa hari terakhir ini hanya untuk berharap aku bisa mencintai orang lain yang berada tepat di hadapanku. seseorang yang bisa kupandangi setiap kali aku ingin memandanginya. seseorang yang benar-benar membutuhkanku. hell, there’s no one like that. absurd. dan satu hal lagi, there’s that guy. makhluk sialan yang tidak pernah bisa kukeluarkan dari pikiranku betapapun aku mencoba. aku tau dia bahkan mungkin tidak tau betapa aku memikirkannya. he doesn’t even know i existed (okay, dramatisasi). yang jelas samasekali tidak terlintas dalam pikiranku kalau dia memikirkanku–the way i do. and it hurts. more and more each day.
pada awalnya aku mengira akan menyenangkan kalau aku punya seseorang untuk dipikirkan. tapi ketika aku memiliki seseorang tapi aku tidak yakin dia juga memikirkanku, entahlah, rasanya tidak menyenangkan.
i can put it like this (take it as i read owlcityblog too much),
seorang gadis yang seluruh hidupnya berharap akan ada keadaan seperti ftv (film tv, pen) dalam kehidupannya, tiba-tiba bertatap muka dengan seorang lelaki. kesan pertama, he’s gonna be a nice brother (or more?). waktu berjalan dan gadis itu tidak pernah melupakan awal pertemuan itu. yang jelas mereka knowing each other (i think).
lalu datang tatapan mata yang membuat gadis itu takut. tentu saja karena bukan tatapan itu yang kau harapkan dari seorang teman sekelas di sma. flash forward, lelaki itu mampu membuat gadis itu berusaha mencintainya tanpa melupakan lelaki yang ditemuinya malam itu.
shit, that guy smokes cigs! ini tentang pria yang ditemui malam itu. bagus, semakin banyak alasan untuk tidak lebih dekat dengan orang itu karena gadis itu tidak tahan berada di sekitar asap. sebaiknya dia tetap pada usahanya untuk mencintai kekasihnya (damn, it’s hard!). karena ternyata pria itu tidak mau pergi dari pikiran sang gadis. ayolah, apa yang bisa diharapkan dari seorang perokok? resiko untuk menderita penyakit jantung, kanker paru-paru, punya anak cacat, dan punya suami impoten? okay, itu yang ditulis di sampul setiap rokok.
dan keadaan mungkin tidak akan berubah jika pria itu tidak begitu bisa membuat gadis itu tertawa hanya dengan memandangnya. membuat si gadis tidak tahan dengan pria dengan tatapan menakutkan itu, dan meninggalkannya. dia ingin menjalaninya sendiri.
i quit. aku tidak akan bisa melanjutkannya. memikirkannya saja akan membuatku tersiksa karena akan membuatku merasa i’m addicted to a guy who doesn’t even need my existence. aku selalu berharap, berharap dan berharap tapi aku tidak pernah tau apa dia pernah mengharapkanku.
ada kata seperti ini, “salah apa si cowo? ditaksir cewe, dan ketika cewe itu menang, dia harus yang nembak duluan karena cewe lebih suka menjaga gengsinya untuk nembak duluan, tapi akhirnya dia juga yang direpotin dengan keberadaan cewe itu,”
made me think, apa aku juga makhluk yang merepotkan itu? membuatku merasa semakin tidak pantas untuk bahkan hanya mengharapkannya akan datang untukku. kenapa dia harus begitu flawless di mataku (unless the part that he smokes cigs, yuck!)?
got this song in mind,

the only hope for me is you by my chemical romance

from the album danger days: the true lives of the fabulous killjoys
remember me [6x]
where will we stand?
when all the lights go out
across these city streets
where were you when
all of the embers fell
i still remember there
covered in ash
covered in glass
covered in all my friends
i still think of the bombs they built
is that the best that i could be?
then i’d be another memory
can i be the only hope for you?
because you’re the only hope for me
and if we can find where we belong
we’ll have to make it on our own
face all the burn and take it on
because the only hope for me is you
alone
how was it be
many as after the disasters that we’ve seen
what have we learned
other than people burn
in purifying flame
i say it’s okay
i know you can tell
and though you can see me smile
i still think of the guns they sell
is that the best that i could be?
then i’d be another memory
can i be the only hope for you?
because you’re the only hope for me
and if we can find where we belong
we’ll have to make it on our own
face all the burn and take it on
because the only hope for me is you
alone
the only hope for me
t
he only hope for me is you
the only hope for me is you
the only hope for me is you
the only hope for me is you
the only hope
is that the best that i could be?
then i’d be another memory
can i be the only hope for you?
because you’re the only hope for me
and if we can find where we belong
we’ll have to make it on our own
face all the burn and take it on
because the only hope for me is you
alone
the only hope for me is you [9x]
alone
remember me [4x]
okay, aku menulis entri ini hanya untuk menyadarkan diriku kalau dia terlalu baik untukku. dan itu membuatku bingung antara menjaganya sekuat yang aku bisa atau melepaskannya
dan membiarkannya untuk sesuatu yang worth him. aku akan menunggunya untuk mengatakan apa yang harus kulakukan. i’ve promised to keep his heart ‘til i really can’t after all.
i wish i could.
^^ hwaiting…

kata saya:
ini transferan dari blog sebelah yang saya nggak tau gimana caranya biar formattingnya sama kaya post yang lain. urghhh.
tentang si muse. ahahah.
sometimes i forget that i love him so much. reading this kinda reminds me of that.
oh god, do i miss him still.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s