the seaside motel

jadi, seharusnya motel itu dipakai untuk apa sih?
yep, it’s another movie review. kali korban she adalah sebuah japanese movie yang barusan she tonton. judulnya ‘the seaside motel’.
kalo boleh jujur, awalnya she ngarepin ini jadi movie yang…, 13+ lah paling nggak. it happens to be 13+, tapi bukan yang she harepin. i categorized it to be pg-13 karena gelapnya iklim movie ini. umm, apa mungkin perlu juga naik rate karena adanya gore alias penyiksaan–tapi gak sampe pembunuhan sii. yang mati emang ada, tapi karena kecelakaan.
oke, systematically de. biar gak membingungkan.
apa yang terbayang kalo denger nama ‘seaside motel’? sebuah motel? jelas. ada pantainya? ya itu yang perlu dipertanyakan. karena she juga bingung nyariin pantainya. gak ada sedikit pun pantai di sekeliling motel itu. yang ada cuma pegunungan, dan yang jelas lokasinya bener-bener terpencil. fasilitas? berbeda di setiap kamar. yang jelas, air gak bakal nyala di malam hari. jadii, kalo mau ngapa-ngapain malem-malem (yang butuh air) kudu nampung dulu siangnya. huufh, i’d never go to that kind of motel. (lagian mau ngapain?)
ceritanya? umm, pernah nonton ‘new york, i love you’? bedanya cuma setiap fragmen di film ini punya konektor–since it happened in the same motel. tapi seperti halnya nyily, movie ini terdiri dari fragmen-fragmen yang punya plotline sendiri-sendiri. kaya kumpulan short movie tapi ada konektornya. ada empat plotline kalo she gak salah itung.
penjual krim wajah, pasutri liburan, penjudi ngumpet, sama pasangan yang kejebak mobil mogok (yang sebenernya hanya pura-pura).
dari si penjual krim wajah, apa yang she dapet adalah, ‘a fake thing can turn into something genuine’. yang artinya sebuah hal yang palsu pun dapat berubah menjadi suatu hal yang tulus (syarat dan ketentuan berlaku). diambil dari cerita si sales yang dia tu jualan krim palsu. mungkin bagi sebagian orang, krim itu palsu dan sangat pantas untuk dituntut, that’s why si sales gak akan mau untuk menemui konsumen yang sama dua kali. tapi ada satu kejadian di mana dia ketemu sama mantan konsumen yang justru menganggap krim itu sangat asli. dan kejadian itu berbalik. dia ketemu sama penjual cinta palsu (baca: prostitute) yang menawarkan cinta semalamnya. dan dia menganggap itu cinta beneran–padahal prostitute nya cuma menjalankan tugas secara profesional.
dari pasutri liburan, yang bisa she ambil, kalo pun kamu bisa menyembunyikan kesalahan kamu dari manusia, kamu gak pernah bisa sembunyi dari tuhan. istrinya selingkuh karena ngerasa gak lagi ‘terpuaskan’ oleh suaminya. dan ketika sang suami ingin memuaskan sang istri–dia nyewa prostitute yang di paragraf sebelumnya, ugh, bingung jelasinnya–dan menyuruh sang istri untuk berlalu sementara, sang istri malah kabur bareng selingkuhannya. gak lama kemudian, ada polisi dateng ke kamar itu dan bilang kalo si istri meninggal dalam kecelakaan bersama selingkuhannya. ironic, right?
kalo ada yang paling she suka dari kamar ini adalah: sebelum pergi si istri dandanin suaminya kaya banci dan bilang jangan dilepas waktu si istri pergi. begitu si suami berniat untuk menghapus tu make-up–setelah masa berkabung–air di wastafelnya gak ngalir. sweet banget gak, sii??
kalo dari si penjudi, kalo pun manusia gak mampu menghukum kamu dengan hukuman yang setimpal atas dosamu, tuhan selalu punya cara untuk menghukummu. si penjudinya ngembat duit dari yakuza yang banyak banget jumlahnya trus akirnya didatengin penagih utang, kan. trus ada penyiksa nya juga. nyiksanya keren pula. pake pemotong kuku. sedikit demi sedikit dikupas gitu. it seems so cool, though. in the end, dia–si penjudi–berhasil kabur. tapi karena dia serakah, mobil yang dia tumpangin nabrak mobil lain. they’re dead if you wanna know.
dan gak ada yang she mau ceritain dari pasangan satunya. vulgar sii. gak suka. (masalahnya vulgar dengan cara yang gak elit, padahal kalo nonton american pie aja betah.)
but after all, kalo bisa ngambil sendiri, banyak yang bisa diambil dari movie ini. karena meskipun sama-sama fragmen kaya nyily, adanya konektor membuat movie ini terkesan menjadi movie yang utuh.
ini movie yang gelap yang waktu nonton aja kerasa lama banget. kenapa she review??
karena she gak nyesel nonton ini. dan meskipun awalnya gak jelas gitu, movie ini bisa bikin she untuk melanjutkan nonton sampe selese.
= ^.^ =
written at wednesday, june 29th 2011 5:12 pm.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s