MUSIKANAN – Hikayat Pangeran Katak dan Kembang Teratai

lirik:

syahdan teringkas
hikayat pangeran katak dan kembang teratai
drama penuh romantika

usia belia
menjalin kasih asmara di telaga warna
bermandi gelora cinta

layaknya sebuah pertemuan
berpasangan dengan perpisahan
tiba waktu memilih tanggung jawab akan hidupnya
jadi dewasa

katak tertantang melanglang dunia
teratai terpungut pajangan kota
berdua mengucapkan janji

“sayang bersabarlah
aku ‘kan setia
perpisahan ini hanyalah sementara

apakah di sana
kamu baik saja?
aku merindumu”

cita-cita yang kita s’pakati
jadi api semangat berjuang
terucap janji bertemu lagi di ujung kaki pelangi

lima musim kemarau
lama menanti

perjalanan yang panjang
terjal berliku ditempuh ke tujuan

langkah tegap sang pangeran
melintas khatulistiwa
mendaki puncak dunia

sang kembang elok mekar
terbang bersama angin
melayang ke kaki langit

terlihat di cakrawala
mendekati ujung pelangi
tempat memadukan janji
akhir cerita bahagia
berdua
berdua

mengapa
tak menemukanmu
di sini
ujung selatan kaki pelangi

sedang aku menunggumu
di kaki pelangi utara

kata saya:

melihatnya adalah indah
menjaga hati ketika jauh itu lelah
tapi cinta bukan tentang menantikan balasan
bukan tentang apa yang kita dapat di ujung pelangi
bukan tentang membuat janji tanpa rinci

aku tau kau sudah menungguku di ujung kaki pelangi
aku tak tau ujung yang mana
sedang aku masih terbang bersama angin
tak tau ke mana ingin menuju
bukan tentangmu yang membuatku takut
tapi lelah ini: kau sudah membuatnya menjadi bagian dariku
aku tidak tau bagaimana tanpanya
aku tidak tau siapa aku tanpanya

aku hilang

dan sebagian besar dariku masih tidak ingin ditemukan
sebagian aku masih goyah akan rumah mana yang aman untukku

(oke, harusnya saya nulis komen saya ke lagunya, bukannya curhat)
(tapi kebiasaan)
(lagian kayaknya saya udah lama nggak nulis metapor nggak jelas yg saya sendiri bakal lupa itu tentang apa kalo baca ulang, haha)
(opening this blog is like buying a new notebook when i still have numerous empty notebook in my hands but i know i can’t hold myself back when i come to a stationery)
(Nummer ist alles?)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s