SEKAI NO OWARI -「SOS」

lirik:

For you, I’ll sing this song
Please stay, it won’t last long
Years after we are long gone
The meaning will stay strong

Silence is what this song’s about
Numb to the world all around
But I will sing of this place
Hoping it finds you some way

People needing to be saved
Scream out our help every day
But we grown numb to the sounds
And feelings slowly start to drown

The first time, we can hear a voice
But soon it all becomes noise
Fading to silence in the end
I know it doesn’t make sense…

When sound all ceases to exist
People think that means happiness
And all the sounds that used to be…

Are all just noise to you and me
The cries of help disappear
The silence numbs all of our ears

And when we stop listening
Those screams stop meaning anything

Don’t you let your heart grow numb to everyone
Oh child, listen to the “sound of silence”
Saving someone else means saving yourself
It’s true, and I’m sure you know it too

When you hear an “SOS”
Answering it becomes a test
It can give the life you lead
A meaning that you’d never seen

So don’t resist a call for help
Cause in the end it will tell you
How to treasure yourself
And not be alone

It might seem a little strange
To share this song this way
But i know what i must do
Is share the meaning with you

All this I learned from someone
Who spent his life among
People screaming out for help
Doing everything to reach out

Don’t you let your heart grow numb to everyone
Oh child, listen to the “sound of silence”
Saving someone else means saving yourself
It’s true, and I’m sure you know it too

Don’t you let your heart grow numb to everyone
Oh child, listen to the “sound of silence”
Saving someone else means saving yourself
It’s true, and I’m sure you know it too

Now I’d like to thank you for staying by my side…

(source)

terjemahan lirik:
(someone please give me more indonesian vocab. preferably in some instant way.)

‘kan kunyanyikan lagu ini untukmu
tinggallah sebentar saja
karena makna lagu ini
akan tersisa meski tahunan setelah kita pergi

lagu ini adalah tentang kesunyian
karena tak bisa merasakan dunia sekitar
aku menyanyikan tentang tempat ini
semoga menggapaimu di mana kau berada

orang-orang yang butuh pertolongan
terus berteriak meminta tolong
namun kita tuli akan itu semua
dan rasa pun akhirnya turut tenggelam

awalnya, kita bisa mendengar suara
hingga mereka berubah menjadi gemeresak
dan akhirnya tinggallah kesunyian
samasekali tidak masuk akal

ketika segala suara telah menghilang
mereka pikir itulah bahagia
dan segala suara yang dulu ada–

hanyalah gemeresak untuk kau dan aku
semua teriakan minta tolong menghilang
kesunyian pun menulikan telinga kita

dan ketika kita berhenti mendengarkan
semua teriakan itu kehilangan maknanya

jangan biarkan rasamu mati
dengarkanlah “suara kesunyian”
karena menyelamatkan orang lain adalah menyelamatkan dirimu sendiri
kau pun tau memang begitu adanya

ketika kau mendengar kata “tolong”
menjawabnya adalah ujian
dia bisa memberi arti pada hidupmu
sesuatu yang tak kau lihat sebelumnya

jangan lari dari permintaan tolong
karena itu akan mengajarimu
bagaimana menghargai dirimu
dan untukmu berhenti sendiri

mungkin ini ganjil
menyanyikannya begini
tapi yang aku tau pasti
aku hanya butuh kau mengerti

semua ini aku tau
dari dia yang selalu
bersama mereka yang butuh pertolongan
dan berusaha menggapainya

jangan biarkan rasamu mati
dengarkanlah “suara kesunyian”
karena menyelamatkan orang lain adalah menyelamatkan dirimu sendiri
kau pun tau memang begitu adanya

jangan biarkan rasamu mati
dengarkanlah “suara kesunyian”
karena menyelamatkan orang lain adalah menyelamatkan dirimu sendiri
kau pun tau memang begitu adanya

terima kasih untuk tetap bersamaku di sini


kata saya:

[edit 20160813: nambah metaphorical nonsense]

mereka tidak mengucapkannya sebagai janji,
mereka hanya berkata sekedar basa-basi.

kau saja yang terlalu berharap,
kau saja yang begitu haus akan mereka sehingga lupa,
kau saja yang begitu membutuhkan mereka sehingga terlalu kuat kau berharap.

tidak, bukan mereka melupakanmu.
tidak, bukan mereka mengabaikanmu.
mereka hanya punya dunia yang lebih luas dari sekedar adamu.

kau hanya lelah karena mereka adalah duniamu.
kau hanya kesal karena terlalu besar arti mereka untukmu.

hai kau yang sepi dan merasa sendiri,
kemarilah,
aku akan memelukmu;
aku menerimamu adanya.

tidak akan kujanjikan dunia untukmu,
tapi bahkan sampai kapan pun berlalu,
bahkan sampai berapa dunia pun dalam genggammu,
aku bersamamu selalu.

bukan memberimu dunia,
tapi satu tempat untukmu kembali.


seriously, album sos itu super exceed my expectation banget. basically, sekai no owari trapped me with this album (mini? w/e).
pertama saya kenal nama sekai no owari adalah… oke, tadinya saya mau bilang owl city tapi ternyata bukan. saya sudah denger satu lagu sekai no owari pas owl city ngajakin mereka duet(?). tapi satu lagu itu, yang pada dasarnya saya lupa judulnya, tidak membuat saya begitu kagum sama sekai no owari– apalagi berubah jadi pendengar setianya. bahkan duet(?) nya yang sama owl city itu pun menghancurkan ekspektasi saya. well, saya akui saya suka pasang standar yang spesifik kalo udah mulai suka sama suatu musisi tertentu. misalnya kalo owl city, saya akan selalu mengharap lagunya fluffy, quirky, catchy, and a little bit jumpy (i’m tone deaf i don’t know how to describe sounds fml); jadi kalo nggak kaya gitu saya nggak bakal dengerin lagunya.
beberapa satuan waktu kemudian, telinga saya mendengar anti-hero. waa, it’s a little bit fluffy and cute. but still, itu nggak membuat saya memasukkannya ke playlist hape atau pun pengen singalong.
and then sos happened. it’s not easy untuk saya menyukai lagu yang melo melo. tapi mendengar–present dulu apa sos dulu ya?–setelah OxT daiya version adalah semacam bliss. jadi kalo OxT nya bikin saya pengen lompat lompat sampe kaki saya nggak kuat lompat lagi, sekai no owari nya adalah rehat yang bikin kaki saya adem. yeah, different kind of bliss and all.

urghh, pikiran saya mulai mengembara. saya nggak tau poin macam apa yang pengen saya bikin di sini.
kalo sempet mungkin post ini akan diedit dengan metaphorical nonsense or whatever that thing is called yang saya pasang di post-post sebelumnya. sudah diedit. muahahhaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s