fhana – paradise chronicle

(tentang romansa surga)
(semoga saya nggak salah masang kata romansa, hahah)

lirik:

ah bokura wa guuzen majiwatta keredo
nani ni mo kaerenai kizuna o te ni shita
itsudemo tomo ni yorokobi o wakeru
dokomademo ikeru to omotta

toki wa sugite

itsuka kimi ni mo taisetsu na nanika araware
kono doa o deteiku yo
saa hora kimi ga sono rakuen mo mitsuketa nara
subete o kakete mamori nuite

sou koko ni wa bokura ga kizuita iseki ga
dare ni mo mamorarezu nokotteiru nda
toki ni wa sore o omoidashite mite
sotto mune ni shimatte okunda

garasu no buruu

takaramono no kazu dake itsumo omoi ga aru yo
sore o mune ni himeteru
saa hora kimi wa ima rakuen o mitsuketa nda ne
koko kara sotto inotteru yo

(sayonara no kotoba ga aa hibiki
namida ga afuredasu yo tada…)

kimi ni negai nagekaketa no
sore wa awai inori o tada…

itsuka kimi ni mo taisetsu na nanika araware
kono doa o deteiku yo
saa hora kimi ga sono rakuen o mitsuketa nara
subete o kakete mamori nuite

(kanji source)

terjemahan lirik:

meski kita bertemu secara kebetulan
kita punya ikatan yang tak akan terganti
kupikir kita akan selalu berbagi kebahagiaan bersama
ke mana pun kita pergi

waktu pun berlalu

suatu waktu kau temukan sesuatu yang penting
dan keluar dari pintu ini
begitu kau pun menemukan surga ini
kau pertaruhkan semua demi melindunginya

di sini kita terbentang sebagai renik tertinggal
peninggalan yang tak terlindungi siapa pun
terkadang aku mengingatnya
perlahan menyesap di dada

sewarna biru kaca

selalu terpikir jumlah harta terkumpul
tersembunyi di dada
begitu kau temukan surga ini sekarang
perlahan di sini berdoa

selamat tinggal yang masih terngiang
terus meneteskan air mata

harap yang kulempar padamu
tinggal sebuah doa samar

suatu waktu kau temukan sesuatu yang penting
dan keluar dari pintu ini
begitu kau menemukan surga ini
kau pertaruhkan semua demi melindunginya


kata saya:

romansa surga.
apakah surga tentang harta?
apakah surga tentang siapa?
apakah surga tentang dimana?

aku menerima surga
dalam setiap pernik yang kau letakkan di tanganku
katamu mereka sepele

aku melihat surga
dalam matamu melihatku
seolah hanya aku yang berharga

aku berada di surga
saat tanganku bisa menjangkaumu
kau menggenggamnya kembali

erat


ketika saya nulis ini, saya lagi sebel banget sama muse saya. karena sekali lagi dia mengingatkan kalau saya adalah manusia yang egois. kalau saya nggak pernah peduli perasaan orang lain.

akankah itu membuat saya
selfless? akankah itu membuat saya semakin peduli?

honestly, it won’t.

kritik kelakuan saya yang saya anggap buruk, dan saya nggak akan bisa berhenti melakukannya.
look at me the wrong way when i’m trying to do good thing, dan seketika saya akan berusaha berhenti. secara sadar atau pun tidak.

itu nyebelin. kadang-kadang saya harap saya nggak punya kepribadian yang nyebelin kayak gini. tapi katanya the first step towards recovery adalah admittance. saya nggak suka kalau saya flawed. dan karena itu nggak terima. dan akibatnya nggak bisa tumbuh.

i know all that.
tapi seperti kata oscar wilde, mengubah diri sendiri itu jauh lebih sulit daripada mengubah orang lain (bukan kutipan langsung dan seinget saya itu konteks nya tentang pikiran bukan kepribadian). dan karena pada dasarnya saya constantly pengen berubah, nggak peduli berapa pun upaya orang lain untuk mengubah saya, saya nggak bisa berubah.
urghhh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s