hiiragi – ima, kono toki

(selain saya, adakah manusia lain yang excited karena natsume yuujinchou akan ada season 5 nya???)

(nggak ada mv tapi saya pengen orang lain dengerin lagu ini juga)

lirik:

今、瞬間を生きる君に この唄を贈ろう
下ばっかり向いてる今の君に…

君がどうして泣いているのか 僕には何も解からない
無力な僕は君に 一体何してやれるの?
僕は君じゃないから 君の気持ちなんて解からない
「解かるよ」なんて言葉 軽々しく口に出来ない

だから教えて 君が苦しむ理由を
僕に出来る精一杯の事 君にしてあげたいから

今、瞬間を生きる君に この唄を贈ろう
精一杯生きる君に この唄を贈ろう
時には泪を 流してもいいさ
だけど明日は笑顔で行こうよ

いつも頑張る君だから 本当頑張りすぎる君だから
もう頑張らなくていい たまにはズルだってすればいい
不器用にしか生きれない そんな君の生き方が好きさ
笑った時のその瞳が 僕は本当に好きだよ

だからそんなに 自分を責めはしないで
時に人は誰かを頼り生きて 成長する事もある

今、瞬間を生きる君に この唄を贈ろう
傷だらけの君に この唄を贈ろう
苦しい事から 逃げてもいいさ
また新たに君が戦えるなら

嫌な事ばかりだけど だからこそ君は小さな
良い事にも気付けるんじゃないのかな?

今、瞬間を生きる君に この唄を贈ろう
笑う事さえ忘れた君に この唄を贈ろう
今日までこんなに苦しんだから 明日からは楽しく過ごせるよ きっと

だから君よ 独りで苦しまないで

(source)


terjemahan:

[ima, kono toki | now, this moment | sekarang, saat ini]

sekarang aku mengirim lagu ini untukmu yang menghidupi saat ini*;
untuk dirimu yang sekarang yang selalu menunduk.

aku tidak mengerti apa pun yang membawa turun air matamu.
apa yang bisa dilakukan diriku yang lemah ini untukmu?
aku bukan dirimu; tentu saja aku tak mengerti apa yang kau rasakan.
tidak akan semudah itu aku bisa mengatakan, “aku mengerti,”

karena itu, katakan padaku tentang yang membuatmu menderita.
akan kulakukan segala yang kubisa untukmu,

sekarang, aku mengirim lagu ini untukmu yang menghidupi saat ini;
kukirim lagu ini untukmu yang menjalani hidup sepenuh hati.
tak apa meski kadang air mata mengalir,
tapi mari bersama menyambut esok dengan senyuman.

karena kau selalu bekerja keras; karena sesungguhnya kau terlalu bekerja keras;
tak apa kalau terasa ingin berhenti; tak apa kalau kadang mengambil jalan pintas.
aku suka gaya hidupmu yang selalu canggung,
sungguh, aku suka sinar matamu ketika kau tertawa.

karena itu berhentilah menyalahkan dirimu sendiri,
ada kalanya manusia tumbuh ketika dia bisa mempercayai orang lain.

sekarang, aku mengirim lagu ini untukmu yang menghidupi saat ini;
kukirim lagu ini untukmu yang penuh luka.
tak apa untukmu lari dari yang menyesakkanmu,
asal dirimu yang baru kembali untuk menghadapinya.

selalu saja kau melihat apa yang tidak kau sukai;
itukah yang membuatmu tak menyadari hal-hal kecil yang baik untukmu?

sekarang, aku mengirim lagu ini untukmu yang menghidupi saat ini;
kukirim lagu ini untukmu yang bahkan lupa untuk tertawa.
karena hingga hari ini hanya sesak yang kau rasa, mulai esok pasti gembira akan berjalan bersamamu.

karena itu, berhentilah menyimpan sesakmu sendiri.


* saya sebenernya nggak tau gimana meng-indonesia-kan living in the moment. hahah.


kata saya:

sekali lagi aku melihat punggungmu yang menunduk di kejauhan. aku tidak mengenalmu. tapi bahkan aku yang bebal ini bisa mengenali sosok asingmu.

kau selalu berjalan sendirian, seolah tak kau inginkan genggaman tangan dari manusia lain. tapi tidakkah ada saat di mana kau ingin melepaskan dirimu? dari semua beban yang kau paksa untuk membawanya di punggungmu?

hai orang asing, tidakkah berat selalu memikulnya sendiri?

aku tidak hanya melihatmu, kau tau.

aku juga melihat mereka yang menatapmu: bukan dengan kasihan tapi dengan ingin yang jelas untuk bersamamu. untuk memikul segala beban yang kau bawa sendiri bersama.

berhentilah kau pasang kaca mata sinismu. dunia tidak akan mengambil bebanmu dan menjadikanmu kosong. mereka hanya akan berjalan di sampingmu. memikulnya bersamamu hingga tak lagi terasa pegal punggungmu. berjalan bersamamu hingga tak lagi terasa sepi hari-harimu.

mereka hanya ingin sesekali melihat senyum tipismu yang membawa perdamaian dunia.

tersenyumlah. demi mereka yang tak kau ingin untuk melihat sakitmu. katakan pada mereka apa yang menyakitimu. belum tentu mereka yang akan mengambil luka itu. tapi selalu ingatlah: mereka tidak akan meninggalkanmu.

bahkan dalam langkah sepimu: kau tidak pernah berjalan sendirian.


saya pake POV orang kedua di methaphorical nonsense itu meskipun jelas kalau semua nonsense itu saya tujukan pada diri saya sendiri. untuk mengingatkan saya kalau manusia-manusia yang bertebaran di sekitar saya itu bukan sekedar aksesoris yang disebar Tuhan agar dunia saya nggak terlihat kosong. orang-orang itu dipilih Tuhan untuk berada di sekitar saya karena Tuhan (selalu) tau kalau saya membutuhkan mereka. betapa pun saya berpura-pura kalau bukan begitu adanya.

lagu ini mengingatkan saya tentang itu. dan saya harap juga mengingatkan semua orang tentang itu: kalau tidak seorang pun di dunia ini dibiarkan sendiri. kalau rasanya masih sendiri, bukan salah mereka yang tidak terlihat, bukan pula salah dia yang tidak bisa melihat, hanya saja keadaan memberinya kabut asap yang membuat segalanya terasa kabur. tentu saja saya tidak bisa menjanjikan kalau kabut asapnya pasti akan menghilang: kabut itu bisa saja tidak hilang bahkan sampai waktu berakhir; tapi yang saya tau, di balik kabut itu ada manusia-manusia lain yang berusaha menggapai–yang berusaha menolong.

sayangnya kadang kabutnya menghalangi bahkan pandangan sang penolong, dan itulah yang membuat pertolongan terasa juga seperti penyakit.

(sebaiknya saya berhenti sebelum sinisme saya menghancurkan apa pun yang coba saya sampaikan. hahah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s